Berhenti Sejenak Berintropeksi diri

Manusia memang sering larut dengan mimpinya. Ketika fikiran kita menyetel visi pada satu keadaan, secara otomatis akal menggerakkan jiwa raga pada keadaan – keadaan yang mendukung tercapainya kondisi yang kita inginkan. Karena kita sangat yakin dengan kebenaran visi itu, setiap hari kita membiarkan diri menghabiskan energi untuk mengejar mimpi yang tidak pernah bertepi. Fikiran kita membiarkan pergerakan jiwa raga itu dengan auto pilot tanpa sadar bahwa banyak hambatan yang telah merubah kondisi jati diri pada satu perubahan yang mungkin saja tidak kita inginkan. Bagaimanapun hal yang telah terjadi tidak bisa diulang kembali. Namun kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki keadaan saat ini agar kembali pada jalur yang benar sesuai fitrah kita sebagai manusia.
Mari kita berhenti sejenak, menarik nafas panjang, lalu bersyukur dengan keadaan yang kita terima detik ini, menit ini, hari ini. Berdamailah dengan diri kita, jangan selalu menghakimi sesuatu yang belum kita ketahui dengan pasti. Maafkan diri kita, maafkan orang – orang yang telah menyentuh hidup kita dan membuat kita merasa menderita. Berterimakasihlah pada mereka karena bagaimanapun mereka telah membawa kita pada keadaan yang terbaik saat ini. Maafkan dengan senyum kedamaian dan berterimakasihlah dengan senyum kegembiraan. Mari kita ucapkan terimakasih atas semua keadaan yang telah kita alami. Mari kita resapi semua ini dengan mengucapkan pujian pada Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, alhamdulilah, lalu tersenyum dan berucap terimakasih pada semua orang.

Written by kangamay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *